Monday, October 20, 2008 | By: Yusuf Nur

Aku Sedang Marah










Sejarah itu bukti
Hati jangan disakiti
Kau dan aku tidak berbeza
Tapi kita tidak pernah sama

Tanah ini milik kita
Bukan bermakna kaulah raja
Mengundang gempita sejuta cerita
Dan dongeng-dongeng tipis
Menconteng, mengikis dan menghakis

Aku rindu saat-saat itu
Kau, aku dan dia berjanji
Tanah ini akan dijaga
Irama berganti
Kau dan dia juga berubah
Memancing keris yang kusisip lama
Dalam sarung setia

Percaya dan yakinlah
Aku pasti marah
Jika tanah ini kau bicara
Jika agama ini kau cerita
Percaya dan yakinlah
Demi menegak pertiwi ini
Sanggup kubayar dengan nyawa
Dan setiap titisan darah!



Bilik Tutorial, Blok C. 20.10.2008
Monday, October 6, 2008 | By: Yusuf Nur

Gadis di jendela













Sudah lama tidak kulihat
gadis di jendela
bertudung litup manis senyumnya
menunduk wajah bila bersua

Sudah lama tidak kujumpa
gadis yang tinggal di rumah
terjaga bicara juga maruah
merukuk sujud dan beribadah

Tapi, selalu sahaja kutemui
hanya perempuan di jalanan
yang bercakap tidak sopan
berbaju tak berpakaian

Selalu juga kujumpa
perempuan yang berambut merah
berbaju ketat terbelah di dada
bertindik di kening, hidung dan telinga

Sesungguhnya, aku rindu pada gadis di jendela
yang mengawal lakunya
yang menghormati orang tua
yang menjaga auratnya
yang bersopan bila berkata
yang patuh pada agama

meski tidak kutahu
bila lagi akan bersua
gadis di jendela
teman si penghuni syurga



Bas Batu 6, 06.10.2008
Wednesday, September 17, 2008 | By: Yusuf Nur

Syair Cinta..(lirik untuk izerd)







Dengarkanlah lagu yang ku tulis
Di saat-saat aku merenung langit
Memanggil-manggil manisnya senyummu
Buat meneman rinduku

Berbisikku pada angin yang berlalu
Yang kudamba cintamu
Yang ku rindu kasihmu

Genggamlah kata hati ini
Akan kutunggu meski sejuta tahun menanti
Biar ombak bosan menghempas
Dan biar gunung menjadi tandus

Meski aku hanya sebutir pasir
Yang terlindung di balik kelikir
Akan ku cuba utuhkan cinta ini
Biar menjadi mutiara yang indah
Untuk sama-sama kau dan aku jadikan kisah

UMS, Julai 2008; dedikasi buat Rishnahayu Nur Kinas, Logpond. Tawau
Tuesday, September 9, 2008 | By: Yusuf Nur

Buatmu Penyair Palsu










Duhai kau si pengkarya
Hembuslah nafas semahumu
Biar nadi terus berdetak
Mengiring setiap pinta nafsu

Janganlah kau terlalu menjunjung
Dengan mahkota yang kau tak pasti
Dan jangan juga kau lupa
Pada rumput tempat kau berdiri

Ketawalah...
Biar mereka juga bersamamu
Tersenyumlah...
Dengan tulisan tangan yang kau ukir-ukir semahumu

Tidakkah kau tahu
Syairmu mampu meroboh bangsa ini
Mampu menggoncang jiwa yang mencintai tanah ini?

Kita sama-sama tahu
Syairmu, syair palsu
Yang bangkit lewat amarahmu

Aku cuma penyair sepertimu
Aku cuma takut kita sama-sama keliru
Dan khayal sehingga kita tak sedari
Syair itu mencerca langit dan menghina bumi!

Kita mampu kembali
Selagi nafas ini berbaki



SMK Tawau, 9.9.2008
Friday, August 8, 2008 | By: Yusuf Nur

Ada ulat antara nasi







Nasi sudah di masak
Putih dan bersih
Disuap ke mulut
Aromanya segar
Tiba-tiba berhenti
Ada butir nasi bergerak
Melompat?
Itu ulat!

Ada ulat antara nasi
Nasi tak berulat
Ulat merempat
Kenapa nasi tempat ulat?

Ulat tumpang putih
Pinjam aroma nasi
Supaya nampak suci
Ulat tetap ulat
Biar putih macam nasi


SMK Tawau, 08.08.08

Biarkan Takdir Bernyanyi

Biarkan Takdir Bernyanyi

Biarkan Aku Tersenyum

Biarkan Aku Tersenyum